Sunday, November 16, 2014

Usai Kunjungan Tiga Negara, Jokowi : Jangan Sampai Kita Dirugikan



JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyatakan, dirinya menggunakan forum internasional untuk mengetahui arah perkembangan ekonomi global dan menyampaikan kepentingan Indonesia.
"Supaya arah perkembangan ekonomi global itu kita juga mengerti. Meskipun akhirnya kepentingan nasional harus didahulukan tapi angin menuju kemana kita harus tahu," katanya di Pesawat Kepresidenan, sesaat sebelum mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (16/11/2014).
Jokowi dan rombongan baru saja menyelesaikan kunjungan kerjanya ketiga negara, Tiongkok, Myanmar dan Australia, untuk mengikuti Pertemuan Puncak Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), dan Asia Timur, serta G20.
Ia mengatakan pemerintah memiliki pekerjaan besar di masa depan, baik dalam pengelolaan keuangan maupun perkembangan ekonomi ke depan. Sehingga, melalui forum internasional, diharapkan Indonesia dan negara berkembang lainnya mendapat ruang dan tidak dirugikan.
"Masalahnya jangan sampai kita rugi mereka untung. Kepentingan nasional tetap utama," katanya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, hasil dari kunjungan kerjanya ketiga negara itu, nantinya akan ditindaklanjuti oleh para menteri terkait agar tidak terhenti pada tingkat pembicaraan namun diwujudkan secara konkrit. Misalnya, sambung Jokowi tentang potensi kerja sama maritim dan otomotif dengan beberapa negara.
Saat ditanya tentang pandangannya atas politik luar negeri bebas aktif, Jokowi mengatakan bebas aktif berarti bebas berteman dengan semua negara asalkan memperoleh manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat.
"Kalau saya bebas aktif ya berteman dengan semua negara, manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat. Jangan kita banyak teman tapi dirugikan," ujarnya.
Saat konferensi pers yang dilakukan di ruang duduk VVIP Pesawat Kepresidenan, Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi.

No comments:

Post a Comment