![]() |
| Hot News Information |
JAKARTA - Para peneliti di Fakultas Teknik dan Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan organ sendi buatan. Inovasi ini diharapkan dapat membantu penderita Osteoarthritis atau Osteoporosis.
Sendi buatan digunakan dalam operasi penggantian sendi total. Metode ini terbukti dapat mengurangi rasa sakit dan mengembalikan fungsi sendi seperti sebelumnya, terutama pada sendi lutut dan panggul.
Meski demikian, kebanyakan sendi buatan yang ada di Indonesia masih berasal dari negara lain. Akibatnya, ukuran sendi pun tidak sesuai dengan morfometri orang Indonesia.
Menurut salah satu peneliti Center for Inovation of Medical Equipments and Devices (CIMEDs) UGM, menurut Dr. Suyitno, saat ini pihaknya sedang meneliti ukuran sendi yang dimiliki orang Indonesia sebagai dasar pengembangan protesis sendi. Pasalnya, penggunaan sendi buatan yang tidak sesuai dengan anatomi dapat meningkatkan angka kejadian komplikasi dari operasi penggantian sendi total. Selain itu, usia pakai prostesis sendi pun bisa berkurang.
"Hasil pengukuran akan menjadi data acuan perancangan prostesis sendi dan acuan aplikasi prostesis sendi bagi pasien di Indonesia pada khususnya," ujar Suyitno seperti dikutip dari laman UGM, Rabu (14/1/2015).
Rumah Sakit UGM menjadi pusat penelitian karena memiliki fasilitas CT Scan Multi Slice; 128 Slice, yang memiliki dosis radiasi rendah dan resolusi tinggi. Respondennya merupakan masyarakat Indonesia berusia 50-70 tahun.
"Pengembangan sendi ini sangat penting guna memenuhi kebutuhan sendi lutut dan panggul tiruan yang sampai saat ini diimpor dari luar," tutur Suyitno.
Suyitno berharap, timnya dapat memproduksi prostesis sendi dengan harga terjangkau yang dapat menggantikan sendi buatan impor. Dengan begitu, semakin banyak pasien Osteoarthritis, Osteoporosis dan penyakit kerusakan sendi lainnya di Indonesia yang dapat dioperasi.

No comments:
Post a Comment