Thursday, December 4, 2014

SBY: Golkar Ingkar Janji!


JAKARTA - Mantan Presiden RI dan juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mem-posting pernyataan melalui akun Facebook resminya terkait Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang (Perppu) Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dikeluarkan olehnya.

"Ketika melepas ini saya memegang nota kesepakatan bersama enam parpol tanggal 1 Oktober 2014 untuk dukung perppu usul pemerintah," tulis SBY.

Ditambahkannya, nota kesepakatan itu ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjen Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN, PKS, dan PPP. Khusus PPP, hanya ketua umum.

"Nota kesepakatan ini saya terima tanggal 1 Oktober 2014 sore hari di Jakarta, sebelum dilaksanakan pemilihan pimpinan DPR RI," jelasnya.

SBY melanjutkan, ketika itu Partai Demokrat bersedia bersama Koalisi Merah Putih dalam kepemimpinan DPR dan MPR, dengan syarat mutlak Koalisi Merah Putih harus menyetujui dan mendukung perppu.


"Kini, secara sepihak Partai Golkar menolak perppu, berarti mengingkari kesepakatan yang telah dibuat. Bagi saya hal begini amat prinsip," katanya.


Dengan demikian, lanjutnya, Partai Demokrat tidak mungkin bisa bekerja sama dengan pihak-pihak yang tidak konsisten, ingkar kesepakatan, dan tinggalkan komitmen begitu saja.

"Saya menganut politik yang berkarakter, bermoral, bisa dipercaya dan satu kata dengan perbuatan. Rakyat menginginkan politik seperti ini," imbuhnya.


Lebih lanjut SBY menegaskan, Partai Demokrat akan tetap memperjuangkan sistem pilkada langsung dengan perbaikan sesuai aspirasi semua. Oleh karena itu, Partai Demokrat meminta dukungan rakyat Indonesia pecinta demokrasi agar Perppu Pilkada Langsung ini bisa lulus di DPR nanti.


Karena itu, SBY telah memerintahkan para pimpinan Partai Demokrat untuk mulai menjalin komunikasi dengan PDIP dan Koalisi Indonesia Hebat agar perjuangan bersama ini berhasil.

"Jika diperlukan, bisa saya jelaskan lahirnya Kesepakatan Bersama Koalisi Merah Putih+Partai Demokrat, yang berikan dukungan Perppu Pilkada Langsung tersebut," imbuhnya.

"Bagi saya, politik juga tentang kebenaran. Politik akan indah jika para pelakunya sungguh memegang etika dan juga bisa dipercaya," tambahnya.


Sebenarnya, dilanjutkan SBY, saat ini dirinya ingin menyepi dari politik. "Tetapi keadaan mengharuskan saya untuk mengambil sikap tegas dan terang," tuntasnya.

No comments:

Post a Comment