PARIS – Pemerintah Prancis berencana untuk menjual sebagian saham kepemilikan di Bandara Toulouse. Bandara tersebut merupakan tempat perusahaan Airbus melakukan uji coba pesawatnya.
Rencananya pemerintah akan menjual 49,99 persen saham senilai USD381 juta atau setara Rp.4,572 triliun kepada sebuah konsorsium Shandong Hi-Speed Group dan Hong Kong-based Investment company yang berasal dari China.
Menteri Perekonomian Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan langkah penjualan bandara tersebut bukan bertujuan untuk privatisasi aset, tetapi untuk mengoptimalkan kinerja di Bandara Toulouse.
Selain itu Macron mengatakan Pemerintah Prancis masih menguasai mayoritas saham kepemilikan di bandara tersebut, sehingga Prancis masih mempunyai hak untuk mengelolanya.
Namun, langkah Macron ini menimbulkan kecaman dari berbagai pihak, khususnya dari kubu oposisi Prancis.
“Pemerintah Prancis tidak belajar dari Yunani. Negeri itu pernah menjual pelabuhannya ke China dengan alasan menutup defisit anggara, buktinya hingga kini anggaran Yunani masih defisit,” ujar Ketua Partai Oposisi, Marine Le Pen, seperti dilansir France 24, Senin (8/12/2014).
Bandara Toulouse adalah tempat uji coba pesawat buatan Airbus. Namun, bandara tersebut mempunyai posisi vital karena menghubungkan kota-kota di selatan Prancis.

No comments:
Post a Comment