MALANG - Tiga mahasiswa Unversitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, menciptakan "stopkontak" yang bisa dipantau dari luar rumah dengan menggunakan teknologi berbasis smartphone. Inovasi ini mereka namai "Stopkontak Mobile Listrik" (Stomoklis).
Ketiga mahasiswa itu berasal dari Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (PTIIK). Mereka adalah Alvin Leonardo, Merry Dewi Putri dan Ahmad Faris Adhnaufal. Mereka membuat Stomoklis dilatarbelakangi maraknya isu krisis energi.
Sang dosen pembimbing, Gembong Edhi Setyawan, menjelaskan, Stomoklis merupakan stopkontak yang dapat dikendalikan dengan smartphone melalui sambungan bluetooth.
"Stomklis terhubung dengan mikrokontroler sehingga pengguna bisa mengetahui alat elektronik mana saja di dalam rumah yang masih menyala meski mereka sudah berada di luar rumah," kata Gembong, Selasa (16/12/2014).
Ada beberapa komponen penting yang menyusun Stomklis seperti stopkontak khusus yang disambungkan pada relay,mikrokontroler ATMEGA 168 dan software pengendali stomoklis yang dapat dioperasikan pada smartphone.
Selain memantau alat elektronik, Stomklis juga memungkinkan penggunanya memberikan perintah menyambungkan atau memutus arus listrik pada stopkontak selama jarak mikrokontroler dan smartphone masih dalam jangkauan maksimum bluetooth.
Menurut Gembong, stomoklis buatan mahasiswa angkatan 2013 ini juga menyediakan dua mode waktu yang dapat dimanfaatkan pengguna dalam mengendalikan stopkontak. Pertama adalah mode countdown yang memungkinkan pengguna untuk menyambung dan memutuskan arus listrik pada stopkontak setelah beberapa menit dikendalikan. Sedangkan mode kedua adalah mode alarm yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik pada waktu yang telah ditentukan. Mode waktu yang disematkan pada stomoklis, dapat membantu penggunanya untuk mengatur pembatasan listrik.
"Keuntungan tersebut dapat digunakan bagi orangtua yang ingin membatasi penggunaan daya listrik pada benda-benda elektronik yang digunakan oleh anak-anak. Rencananya stomoklis akan dikembangkan lagi dengan fokus memperluas jangkauan kendali dan perbaikan kemasan produk," ucapnya.
Stomoklis telah mengantarkan ketiga mahasiswa PTIIK angkatan 2013 itu menjadi juara pertama kategori Lomba Kreativitas Mikrokontroler (LKM) pada Electrical Informatic and Games Competition (EIGHT). Ini adalah sebuah kompetisi IT yang diselenggarakan oleh Himpunan Jurusan Teknik Elektro UM untuk mahasiswa se-Malang Raya pada akhir November lalu.

No comments:
Post a Comment